Sunday, March 21, 2010

Peran & Pengaruh Konten Lokal Terhadap Pendidikan Di Indonesia

Arikel yang saya tulis kali ini sesuai dengan yang ada diatas, Peran & Pengaruh Konten Lokal Terhadap Pendidikan Di Indoensia, yak benar sekali disini saya akan membahas dan membuat sebuah tanggapan serius terhadap konten-konten lokal yang ada di Indonesia, apakah di Negara yang kita cintai ini para mediator di Indonesia sanggup mendidik bangsa dan rakyatnya menjadi lebih baik, menajdi pribadi yang lebih berguna dan tidak hanya menjadi sampah masyrakat pada akhirnya.

Akhir-akhir ini kita sering melihat di Televisi banyak yang menayang suguhan acara musik yang disiarkan secara langsung pada pagi hari yang melibatkan banyak anak-anak remaja (ABG), yang menjadi pertanyaan saya, apa para remaja itu tidak sekolah? Apa sengaja bolos demi masuk tv? Seharusnya mereka ada di sekolah-nya masing-masing untuk belajar menuntut ilmu. Menurut saya ini adalah pembodohan masyarakat terhadap tayangan konten lokal yang jika dibiarkan, kedepannya remaja kita tidak punya masa depan kalau hanya bolos demi mengikuti acara itu. Hal ini seharusnya dipikirkan oleh stasiun tv yang bersangkutan, apakah mereka bisa menggatikan pelajaran-pelajaran di sekolah dengan acara-acara seperti itu? Menurut saya, stasiun-stasiun tv yang menonjolkan acara-acara itu hanya target pasar belaka. Hanya sepintas, tapi sangat melenceng jauh dari visi dan misi stasiun tersebut yang kebanyakan menargetkan menjadi televisi edukasi yang bisa jadi contoh.

Stasiun televisi yang menurut saya "stick to the target" adalah MetroTV, saluran televisi menyajikan konten-konten yang sangat medidik, dan bisa menjadi kiblat televisi edukasi. Contoh program yang mereka andalkan adalah "Kick Andy". Program ini seperti halnya talk show kebanyakan, sharing-sharing pengalaman, segala macam. Tapi konsep-nya itu tetap selalu ditonjolkan, kasarnya "pokoknya kalo abis nonton itu, pasti jadi ada kesan gimana gitu", Terinspirasi, yak terinspirasi. Program ini sangat menonjolkan bagaimana sesorang berusaha keras from zero to hero, dan akhirnya bisa meraih kesuksesannya, serta masih banyak lagi cerita-cerita dan pengalaman yang inspiratif yang di share di acara ini. Dikaitkan dengan konten lokal serta perannya, acara-acara yang seperti ini yang seharusnya disajikan di stasiun-stasiun tv di Indonesia, yang bisa membuat penontonnya terinspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berguna.

Konten lokal di Indonesia sangatlah berpengaruh, kenapa? Karena sebagian besar penduduk di Indonesia belajar dari konten lokal yang disajikan dari luar. Pada dasarnya Rakyat Indonesia adalah orang-orang yang memiliki potensi besar untuk menguasai pasar di bidang apapun dengan pendidikan dan pengalaman yang mereka dapat saat hidup di Indonesia. Masalahnya apakah kita akan membiarkan potensi ini semua dinikmati oleh industri asing yang kuat? Atau kita masih punya semangat dan ambisi untuk berjuang di sini. Kita punya peluang untuk memasuki potensi-potensi itu. Kalau tidak sekarang, lantas mulai kapan? Kita harus berjuang matian-matian untuk menembus dan menguasai potensi-potensi dalam mengambangkan konten-konten lokal kita untuk menyaingi industri-industri besar yang selama ini menghegemoni kehidupan kita di Indonesia.

Selain itu, persolan yang sering mengganjal orang Indonesia adalah lemah di tataran ide produk dan inovasi, kurangnya sarana penghubung dengan pihak yang membutuhkan dan kurangnya keterlibatan pemerintah untuk melindungi pengembang. Sebenarnya kalau melihat lebih dalam, banyak sekali yang sudah memulainya selain MetroTV ada juga beberapa TV lokal yang memang tujuannya untuk mendidik rakyat Indonesia menjadi lebih baik. Tetap pada sepotong kata-kata yang sangat penting dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu "..., Mencerdaskan Kehidupan Bangsa,...".

Contoh lain yang sedang marak adalah Multimedia Content dan Edutainment. Ini diam-diam Indonesia termasuk jagonya. Mobile content kita marak, multimedia pendidikan juga makin heboh. Produk buatan IlmuKomputer.Com (Brainmatics) sudah masuk ke bank-bank asing, perusahaan asing, perusahaan penerbangan, perusahaan perkebunan, universitas, sma/smk dan juga pastinya adalah TV edukasi. Nah, potensi-potensi itu bisa dijadikan modal untuk mempertahankan atau menjadi daya saing bangsa Indonesia ditengah-tengah kompleksitas dunia, jikalau kita mau lebih merapat dan saling koordinasi untuk belajar lebih giat dan mengembangkan konten-konten lokal itu, daya saing Indonesia sulit diterpa oleh mata dunia. Kita akan kokoh mengembangkan ciri khas dan identitas keindonesiaan.

Konten-konten lokal, baik yang berisi tentang informasi, pendidikan atau hanya sekedar game yang berbasis keindonesiaan bisa dikonsumsi oleh bangsa Indonesia sendiri, atau tidak menutup kemungkinan jika disebarkan ke luar negeri melalui pasar internet. Dengan cara ini, semua aspek kebudayaan, kesenian, pendidikan yang asli dimiliki dan berasal dari Indonesia dengan ciri khas budi pekertinya dapat ditawarkan di luar dengan mudah kalau menggunakan akses internet. Kalau konten-konten lokal itu sudah mendunia dan berpengaruh, saya yakin daya saing bangsa Indonesia akan tegar, tidak menutup kemungkinan mata dunia akan berguru kepada kita tentang isi dan hakekat yang kita miliki.

Setidaknya perjuangan membangun local content (konten lokal) ini adalah juga perjuangan penyelamatan generasi. Menyelamatkan para anak muda kita dari konten-konten yang tidak mendidik di Internet dan seluruh media elektronik maupun cetak. Ketika Internet, tv, media elektronik dan cetak lainnya kita penuhi konten-konten pendidikan, karier, peningkatan ilmu dan skill tentu lambat laun konten pornografi dan cracking akan terhapuskan. Satu hal lagi yang menarik, realita membuktikan, bahwa pendataran dunia oleh Internet membuat perubahan di dunia memungkinkan dilakukan oleh individu (komunitas kecil), dan bukan lagi monopoli negara atau konglomerasi besar.

Ayo kita mulai kawan...!!!

Selamatkan dan tegarkan bangsa kita..!!! dari diri sendiri dan sekarang.

No comments:

Post a Comment

Followers